2016-01-23 14:43:54 0 Komentar 11 Likes

Pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat (Ds. Gedeg ternak lele, Desa Bandung ternak kambing)

LAPORAN PELAKSANAAN

KEGIATAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PABRIK GULA GEMPOLKREP

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 

 

  1. JENIS KEGIATAN

Jenis pelatihan yang diadakan adalah PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

  1. TUJUAN KEGIATAN
  • Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di bidang pembinaan keterampilan kepada masyarakat desa di sekitar lokasi pabrik sebagai bekal dan persiapan untuk berwirausaha.
  • Membantu mewujudkan peningkatan perekonomian mandiri di masyarakat sekitar lokasi pabrik.
  • Mewujudkan kemitraan dan hubungan yang baik dengan masyarakat desa sekitar pabrik, sehingga memberikan suasana kondusif bagi kegiatan perusahaan. 
  1. PESERTA KEGIATAN

Peserta dari kegiatan ini berasal dari 2 (dua) desa di sekitar pabrik yaitu desa Gembongan dan desa Bandung, dan jumlah peserta untuk masing-masing desa tersebut adalah 20 orang. Rata-rata peserta berusia > 40 tahun dan memiliki motivasi untuk berwirausaha. 

DESA GEMBONGAN

DESA BANDUNG

 

Nama Peserta

 

Nama Peserta

1

Imam Wahyudi

1

Muji Rahayu

2

Rodhi

2

Sugeng S.

3

Bualim

3

Suhartatik

4

Sucipto

4

Luluk

5

Wakidi

5

Retni P.

6

Kawit

6

Sudoto

7

Achmad

7

Mardianto

8

Solidi

8

Marjudi

9

Suparman

9

Dawan

10

Abdul Manaf

10

Rofik

11

Syamsuri

11

Dwi

12

Said Saputro

12

Sukardi

13

Ngatono

13

Tukiman

14

Mujiono

14

Prastyo

15

Sunardi

15

Renaldo

16

Achmad Rifai

16

 

17

Riadi

17

Samuel Sariadi

18

Djafar Suladi

18

Sipatno

19

Supriono

19

Subadi

20

Kasnan

 

 

 

  1. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
  • Waktu kegiatan adalah tanggal 17 – 18 Desember 2014.
  • Tempat kegiatan untuk pelatihan ada di Gedung Pertemuan PG. Gempolkrep. Untuk kegiatan studi banding adalah :

ükelompok peternak kambing di desa Gedeg.

ükelompok budidaya ikan lele di desa batankrajan gedeg. 

  1. PEMBIAYAAN

Dana yang dikeluarkan untuk kegiatan ini sebesar Rp. 50.000.000,- dan sumber dana tersebut berasal dari divisi PKBL PT Perkebunan Nusantara X. 

  1. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN

Metode dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut :

  • Melakukan musyawarah dengan pemerintah desa, perihal dengan rencana kegiatan pelatihan kewirausahaan dan jenis kegiatan untuk pelatihan yang akan dilakukan.
  • Setelah ditentukan jenis kegiatan untuk pelatihan, maka selanjutnya dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja setempat untuk menetapkan konsep pelatihan, waktu, dan pemateri/pengajar pada pelatihan tersebut.
  • Pihak PG. Gempolkrep mempercayakan proses rekrutmen peserta kepada pemerintah desa setempat dengan prinsip transparansi dan terbuka dengan kuota untuk masing-masing desa sebanyak 20 orang.
  • Pada pelatihan ini juga dilakukan studi banding, dengan tujuan untuk memberi contoh, motivasi, dan transfer ilmu mengenai pengelolaan peternakan yang baik. Pemilihan lokasi studi banding adalah di kelompok peternak kambing atau budidaya ikan lele di kecamatan Gedeg yang telah memiliki pengalaman dan berhasil dalam pengelolaannya. Kegiatan studi banding akan didampingi pengawas dan pembina lapangan dari Dinas Peternakan.
  • PG. Gempolkrep akan memberikan bantuan sarana wirausaha kepada kelompok peternak kambing dan budidaya lele yang sudah dibentuk pada pelatihan. 
  1. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 17 – 18 desember 2014 di Gedung Pertemuan PG. Gempolkrep. Pembukaan dilakukan oleh Ir. Heru Sinarjanto, MM (Kepala Divisi PKBL), dan dihadiri oleh jajaran manajemen PG. Gempolkrep, Kepala Desa Bandung dan Kepala Desa Gembongan.

  pertama kegiatan, dilaksanakan proses pemberian materi oleh Bapak Agung Yudianto, S.Pt (Dinas Peternakan) untuk kelompok peternak kambing dan Bapak Ir. Masturi (Dinas Peternakan) untuk kelompok budidaya ikan lele. Selanjutnya setelah pemberian materi, dilakukan pengarahan untuk pembentukan kelompok usaha dan pemberian motivasi wirausaha oleh ibu Puji Hartati, SP.

Pada hari kedua, dilakukan studi banding di kelompok peternak kambing desa gedeg dan kelompok budidaya ikan lele desa batankrajan. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Ibu Puji Hartati, SP dan dihadiri oleh bapak Nurul Huda, Ibu Endang Yuniartanti (Disnakertrans), dan bapak Hari Susiyanto (PG. Gempolkrep). Dalam kegiatan studi banding dimaksudkan supaya calon kelompok wirausaha dapat menerapkan teknik pengelolaan peternakan dan sebagai pemicu kegiatan berwirausaha dalam visi untuk menumbuhkembangkan perekonomian mandiri.

Setelah kegiatan pelatihan, pihak PG. Gempolkrep, petugas pengawas dari disnakertans dan dinas peternakan bermusyawarah dengan pihak pemerintah desa terkait untuk melakukan penyusunan program peternakan yaitu dimulai dari pembentukan kelompok masyarakat, skema pembelian bantuan sarana wirausaha, dan metode pengawasan selama penerapan peternakan kambing dan budidaya ikan lele.                                                                                               

Dalam musyawarah juga dibahas mengenai pembentukan kelompok-kelompok peternak kambing dan budidaya ikan lele, dimana dalam kelompok peternak kambing terbentuk 2 (dua) kelompok dan kelompok budidaya ikan lele terbentuk 3 (tiga) kelompok. Setelah dilakukan pembentukan kelompok selanjutnya dibahas mengenai peraturan kelompok dan berikutnya akan dituangkan dalam surat keputusan pemerintah desa terkait dengan pembentukan kelompok dan peraturan pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati. 

Berikut disampaikan rincian dana untuk pemberian bantuan sarana wirausaha di desa Gembongan dan desa Bandung : 

 

Uraian Kegiatan

Jumlah

1

Pembelian hewan kambing jenis etawa sebanyak 12 ekor @ Rp. 1.600.000,-

 

2

Pembelian bantuan obat untuk perawatan kambing

 

3

Pembelian pakan ternak lele 20 set @

 

4

Pembelian bibit ikan lele 20 plastik @ Rp. 75.000,-

 

TOTAL

 

 

  1. PERSEPSI MASYARAKAT

Sebagian besar masyarakat dan kepala desa menyatakan sangat antusias terhadap program pemberdayaan masyarakat yang diprakarsai oleh PG. Gempolkrep, menurut pendapat sebagian peserta, hal ini menunjukkan bahwa PG. Gempolkrep mempunyai kepedulian terhadap masyarakat sekitar dan tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi. Dari pihak pemerintah desa berharap tetap tercipta sinergi dan komunikasi yang baik dengan pihak PG. Gempolkrep dalam hal pengembangan masyarakat.

Secara khusus, menurut pendapat dari sebagian besar peserta menyatakan bahwa dapat diperoleh pengetahuan secara langsung dari petugas pemerintahan yang sudah ahli dan mengetahui cara perawatan dan berternak yang benar dan pengetahuan mengenai sistem tanggung jawab dari anggota kelompok budidaya atau peternakan. Selain itu dari kegiatan studi banding, para peserta termotivasi untuk dapat menyamai prestasi dari kelompok-kelompok yang sudah berhasil, dimana kelompok tersebut adalah ‘tetangga desa lain’ yang masih dalam satu lingkup kecamatan. 

  1. METODE MONITORING

Pelaksana monitoring adalah Petugas Pengawas Lapangan Dinas Peternakan (Ibu Puji Hartati, SP.), Disnakertrans (Ibu Endang Yuniartanti), Kepala Desa Bandung serta Gembongan, dan PG. Gempolkrep. Pelaksanaan monitoring intensif akan dilakukan 3 (tiga) bulan setelah menerima bantuan wirausaha dari PG. Gempolkrep, dimana metodenya adalah pemberian bimbingan teknis, wawancara, dan diskusi antar kelompok. Diharapkan setelah 3 (tiga) bulan, para kelompok dapat melaksanakan program peternakan dan budidaya secara mandiri dan menuai hasil yang baik untuk dapat meningkatkan perekonomian secara kreatif.

 

 

 

Mojokerto, 24 Februari 2015

Pabrik Gula Gempolkrep

 

  

Manajer Pengolahan

Tinggalkan Komentar